DOA BERKAT DALAM IBADAH
Perlukah mengikuti ibadah sampai penyampaian “Doa Berkat” ?
Pengantar
Dalam setiap ibadah raya Kristiani yang
diadakan pada hari Minggu ataupun ibadah-ibadah khusus seperti memperingati
Jumat Agung, Paskah, dan sebagainya, pada bagian akhir ibadah selalu ditutup
dengan “doa berkat”. Tradisi ini telah berlangsung berabad-abad dalam sejarah
gereja Kristen.
Menarik bila kemudian memperhatikan respon
jemaat yang berbeda-beda dalam sebuah ibadah. Ada jemaat-jemaat yang khusuk
mengikuti ibadah sampai doa berkat disampaikan Pendeta, tetapi ada juga jemaat
yang tidak menanti sampai doa berkat disampaikan Pendeta, dan memilih keluar
dari ruangan kebaktian. Pada umumnya alasan yang dikatakan biasanya mereka
terburu-buru karena ada keperluan lain, ada juga yang malas mengantri keluar
dari ruangan ibadah sehingga memutuskan untuk “lebih cepat” keluar dari ruangan
ibadah dengan konsekuensi tidak mengikuti ibadah sampai akhir, saat “doa
berkat” disampaikan.
Namun ada juga yang tidak menganggap penting
“doa berkat”, sehingga mereka hampir selalu tidak pernah mengikuti ibadah
sampai selesai. Apakah doa berkat itu? Adakah manfaatnya sehingga jemaat harus
menunggu sampai penyampaikan “doa berkat” oleh Pendeta, baru kemudian
meninggalkan ruangan ibadah?


