POHON PENGETAHUAN TENTANG YANG
BAIK DAN YANG JAHAT
dan POHON KEHIDUPAN
![]() |
foto answersingenesis.org |
Pohon Pengetahuan tentang yang baik dan yang
jahat telah menjadi pohon paling populer dalam kehidupan Kristiani. Sejak masa
sekolah minggu atau gereja anak, kita telah diajar mengenai keberadaan pohon
tersebut dan akibat fatal yang dialami Adam dan Hawa karena telah memakan
buahnya.
Ya, pohon itu memang bukan pohon sembarangan.
Dia hanya ada satu, dan letaknyapun sangat strategis, yaitu berada di tengah
Taman Eden. Posisinya bersebelahan dengan pohon lain yang juga sangat populer,
yaitu Pohon Kehidupan (Kejadian 2:9; 3:3).
Taman Eden diisi TUHAN dengan berbagai jenis
tumbuhan dan pepohonan. Adam dan Hawa tidak perlu mengusahakan taman tersebut
dengan menanam benih dsb, sebab semuanya telah ditumbuhkan TUHAN disana. Ketika
lapar dan haus mereka cukup memakan buah dari berbagai jenis pohon yang ada di
taman tersebut.
Secara umum ada tiga macam pohon dalam taman
tersebut:
1. Pohon buah-buahan untuk mencukupi makanan
sehari-hari
2. Pohon Kehidupan
3. Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat
Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan Baik dan
Jahat terletak khusus di tengah-tengah taman Eden, seperti dijelaskan kitab
Kejadian 2:9 berikut: “Lalu TUHAN Allah
menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk
dimakan buahnya; dan pohon kehidupan
di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan
yang jahat.”
Nampaknya kedua pohon spesial tersebut letaknya
berdekatan atau bersebelahan. Masing-masing hanya ada satu pohon.
Larangan
Ketika TUHAN memberikan perintah bahwa mereka
boleh memakan semua buah dari pohon-pohon yang ada disana, hanya satu pohon
yang dikecualikan boleh dimakan buahnya, yaitu pohon pengetahuan baik dan
jahat. Itu artinya, sebenarnya mereka boleh memakan buah dari pohon kehidupan
yang ada di tengah taman tersebut. Karena, buah pohon tersebut tidak termasuk
dalam larangan TUHAN.
Hanya satu pohon saja yang buahnya tidak boleh
dimakan, seperti diterangkan kitab suci berikut, “ tetapi
pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan
buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
(Kejadian 2:17)
Mengapa?
Mengapa TUHAN melarang mereka memakan buah
pohon pengetahuan baik dan jahat tersebut? Mengapa TUHAN menempatkan pohon
tersebut di taman Eden sehingga membuka kesempatan bagi manusia untuk berdosa?
Mengapa Iblis dibiarkan berkeliaran di taman eden? Mengapa iblis dibiarkan
mencobai Hawa? Mungkin ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu timbul di dalam
hati ketika kita membaca kisah taman eden.
![]() |
foto wdyl.com |
Tes kualitas iman
Saya percaya alasan utama TUHAN menempatkan
pohon pengetahuan baik dan jahat serta membiarkan iblis ada di taman itu adalah
untuk mengetes kualitas iman Adam dan Hawa. Sebab mereka bukan
manusia sembarangan. Mereka adalah manusia sempurna yang penuh dengan hikmat
kebijaksanaan dari TUHAN.
Mereka juga akrab dengan TUHAN, hidup dalam
hadirat-Nya. Hal itu menandakan bahwa keduanya merupakan orang-orang yang
mempunyai iman yang benar, mengenal siapa Allahnya yang sejati. Tidak hanya
mengenal TUHAN dari jauh (hanya lewat doa dsb), namun sungguh-sungguh bergaul
akrab dengan TUHAN di taman tersebut.
Untuk itulah, TUHAN kemudian ingin mengetahui respon mereka ketika dihadapkan pada
pilihan untuk taat atau tidak kepada-Nya. Satu-satunya jalan untuk mengetahui
apakah mereka sungguh-sungguh mengasihi-Nya atau tidak adalah dengan mengetes
respon mereka ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan.
Saya percaya TUHAN mengetahui ketika iblis si
ular tua itu mendatangi Hawa. Ia juga tahu ketika iblis mulai menggoda Hawa. Ia
juga tahu ketika Hawa mulai memegang buah itu..dan kemudian memakannya. Mengapa
TUHAN tidak menghentikan Hawa? Mungkin pertanyaan itu timbul dalam hati kita.
Saya percaya Adam dan Hawa adalah ciptaan yang sempurna. dengan kesempurnaan hikmat dan pengetahuannya mereka pasti telah mendengar dari Allah tentang kejatuhan malaikat. Hal itu terlihat dengan tidak adanya kecurigaan ketika Hawa berbicara dengan ular. Dimanakah ada ular yang bisa berbicara? Hanya ular jadi-jadian tentunya.
Hawa pasti tahu persis bahwa malaikat yang telah jatuh itu mendatanginya dalam rupa ular (kitab Wahyu menyebutnya si ular tua) atau juga "menunggangi" ular, sehingga dia biasa-biasa saja ketika diajak berbincang. Dia tidak bingung dengan fakta adanya ular yang bisa berbicara. Dia tahu ular itu bukan ular "biasa".
Mungkinkah sikap Hawa itu merupakan sikap mengganggap enteng? Suatu kesombongan rohani bahwa ia kebal jika digoda? Hanya Hawa yang mengetahui. Namun berawal dari perbincangan dengan ular jadi-jadian itulah akhirnya ia dan Adam tergoda untuk tidak taat dan memberontak terhadap larangan TUHAN.
Saya percaya Adam dan Hawa adalah ciptaan yang sempurna. dengan kesempurnaan hikmat dan pengetahuannya mereka pasti telah mendengar dari Allah tentang kejatuhan malaikat. Hal itu terlihat dengan tidak adanya kecurigaan ketika Hawa berbicara dengan ular. Dimanakah ada ular yang bisa berbicara? Hanya ular jadi-jadian tentunya.
Hawa pasti tahu persis bahwa malaikat yang telah jatuh itu mendatanginya dalam rupa ular (kitab Wahyu menyebutnya si ular tua) atau juga "menunggangi" ular, sehingga dia biasa-biasa saja ketika diajak berbincang. Dia tidak bingung dengan fakta adanya ular yang bisa berbicara. Dia tahu ular itu bukan ular "biasa".
Mungkinkah sikap Hawa itu merupakan sikap mengganggap enteng? Suatu kesombongan rohani bahwa ia kebal jika digoda? Hanya Hawa yang mengetahui. Namun berawal dari perbincangan dengan ular jadi-jadian itulah akhirnya ia dan Adam tergoda untuk tidak taat dan memberontak terhadap larangan TUHAN.
Mengapa TUHAN membiarkan mereka memakan buah itu? Jawaban paling rasional adalah karena TUHAN
telah menciptakan manusia dengan “kehendak
bebas” atau free will. Hak yang sama yang juga dianugerahkan-Nya kepada malaikat. Ada yang memutuskan untuk melayani TUHAN (Mikhael, Gabriel dkk), ada juga yang memilih untuk memberontak, yaitu Lucifer/iblis/si ular tua.
Kehendak bebas adalah sesuatu yang membedakan manusia dengan binatang, tumbuhan, dan ciptaan lainnya. TUHAN sangat menghormati kehendak bebas manusia, sehingga tidak mau mengintervensi kehendak bebas Adam dan Hawa.
Kehendak bebas adalah sesuatu yang membedakan manusia dengan binatang, tumbuhan, dan ciptaan lainnya. TUHAN sangat menghormati kehendak bebas manusia, sehingga tidak mau mengintervensi kehendak bebas Adam dan Hawa.
Dan ketika Hawa dengan kesadarannya sendiri
memutuskan untuk tidak mentaati larangan TUHAN, lebih memilih untuk memakan
buah itu dan bahkan menyuruh Adam suaminya untuk ikut memakannya, saya dapat
membayangkan kesedihan di dalam hati TUHAN.
Mahkota ciptaan yang begitu dikasihi-Nya lebih
memilih untuk mendengarkan nasihat iblis daripada firman-Nya. Mereka lebih
memilih untuk melanggar firman-Nya daripada mentaati-Nya. Pelanggaran firman
TUHAN jelas ada konsekuensi. Dan konsekuensi dari ketidaktaatan mereka membawa
akibat yang menyedihkan bagi Adam dan Hawa.
Mereka menjadi “berdosa” di hadapan TUHAN yang
maha kudus. Mereka tidak diijinkan lagi untuk mendiami taman tersebut. Mereka
harus keluar dari taman indah itu, dan terpaksa bekerja keras untuk mencukupi
kebutuhan hidupnya.
Pohon Kehidupan
![]() |
foto aceros-de-hispania.com |
Akibat ketidaktaatan mereka dilarang mendekati
pohon kehidupan yang ada disebelah pohon pengetahuan baik dan jahat. Alkitab
menulis, “Ia menghalau manusia itu dan di
sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang
bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.”
(Kejadian 3:24)
Mengapa mereka kemudian tidak boleh mendekati
pohon kehidupan? Saya melihatnya sebagai bentuk kasih sayang TUHAN kepada
keduanya. Meskipun mereka telah “gagal” dalam tes iman dan mendukakan hati-Nya,
namun mereka tetap ciptaan-Nya yang terkasih.
TUHAN tidak mau manusia terhilang selamanya
akibat dosa. Sebab apabila mereka dibiarkan mendekati dan memakan buah pohon
kehidupan dalam kondisi berdosa, maka dosa
mereka akan menjadi kekal. Pohon kehidupan merupakan pohon yang buahnya
memberikan kehidupan. Bukan sekedar kehidupan biasa, namun kehidupan yang
kekal.
Apabila dosa Adam dan Hawa menjadi kekal, maka
tidak akan ada lagi korban yang bisa menebusnya. Itulah sebabnya TUHAN mencegah
keduanya untuk tidak bisa memakan buah pohon kehidupan, agar dosa mereka dapat
ditebus dengan korban binatang (ritual Perjanjian Lama mengajarkan penghapusan
dosa manusia melalui upacara penyembelihan binatang sebagai substitusi dari
dosa manusia).
Dan pada puncaknya TUHAN sendiri dalam Yesus
Kristus (Firman yang berinkarnasi menjadi manusia) memberikan darah-Nya yang
kudus untuk menebus dosa seluruh umat manusia seperti ditulis oleh kitab suci,
“Tetapi jika kita hidup di dalam terang
sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang
dengan yang lain, dan darah Yesus,
Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” (1 Yoh 1:7)
Suatu hari nanti dalam pemerintahan Kerajaan
sorga, di kota kudus Yerusalem Baru, pohon kehidupan merupakan salah satu pohon
yang tumbuh disana. Buah pohon kehidupan khusus diberikan untuk umat TUHAN yang
berhasil menang dalam perjalanan kehidupan iman mereka.
Wahyu 2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan
apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan
Kuberi makan dari pohon kehidupan
yang ada di Taman Firdaus Allah."
Wahyu 22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu,
yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan
sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.
Pelajaran rohani
Salah satu faktor penyebab mengapa Hawa mudah
sekali jatuh dalam godaan iblis adalah ketidakcermatan dalam mendengar firman
TUHAN. Perhatikan kata-kata yang diucapkan oleh Hawa ketika ia menjawab iblis:
“tetapi tentang buah pohon yang ada di
tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." (Kejadian 3:3)
![]() |
foto rogerschristianchurch.org |
Hawa tidak peka dalam mendengar firman TUHAN. Ia
tampaknya telah menambahi firman TUHAN dengan perkataan “ataupun raba buah itu”.
Padahal TUHAN hanya melarang mereka memakan buah itu. Pemahaman yang
asal-asalan akan firman Tuhan seringkali cenderung membuat manusia mudah
diperdaya iblis.
Marilah menjadi umat Allah yang sungguh-sungguh
dalam iman. Pahami baik-baik firman TUHAN yang kita baca atau dengar dalam
suatu kotbah. Cermati benar pesan yang disampaikan firman TUHAN, agar kita
tidak menjadi “bingung” dan mudah goyah ketika menghadapi pencobaan dari si
jahat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar