PENEMUAN MAKAM RATU SYEBA
![]() |
foto immortalmuse.com |
Para ilmuwan, yang dipimpin oleh Profesor Joseph Lang,
sedang melakukan pencarian mereka dekat Sabaic, Kuil kuno Awwam, ketika
teknologi penembus tanah pencitraan mereka mengungkapkan adanya struktur bawah
tanah yang besar. Mereka menggali tanah struktur itu dan menemukan bahwa itu
adalah kompleks pemakaman beberapa tokoh kerajaan atau pemimpin yang kuat, yang
berasal dari abad 10 Sebelum Masehi.
Makam itu berisi kerangka seorang wanita setengah baya
keturunan Afrika, dihiasi dengan perhiasan mewah. Makam itu juga berisi banyak
artefak, termasuk vas keramik yang masih mengandung jejak mur dan kemenyan,
serta banyak tablet tanah liat tertulis dalam dua kitab suci kuno yang berbeda,
demikian dalam laman worldnewsdailyreport.com
(6/2).
![]() |
tablets written in cuneiform script, most of them referring to a certain “Bilkis, Queen of Sheba”. |
Analisis kerangka dan artefak telah mengungkapkan bahwa
makam itu berasal dari masa antara tahun 970 dan 910 Sebelum Masehi. Suatu masa
waktu yang diyakini sesuai dengan waktu kehidupan raja Salomo. Kemenyan dan mur
yang ditemukan di situs arkeologi ini juga diyakini sebagai bagian dari
rempah-rempah pemberian ratu Syeba kepada raja Salomo. Juga merupakan ramalan
mengenai pemberian orang-orang Majus kepada Yesus, yang diantaranya membawa
kemenyan dan mur.
Profesor Lang mengatakan, “Tes karbon, lokasi, prasasti,
karakteristik kerangka dan sifat artefak di situs semua tampaknya merujuk pada
ratu terkenal dari Syeba yang mengunjungi Salomon," jelas arkeolog Inggris
itu.
"Makam ini terletak di luar reruntuhan Ma'rib, ibukota
kuno kerajaan Syeba. Banyak prasasti di
makam bertuliskan, " Bilqis, mqtwyt
Sheba” yang berarti Bilkis, pemimpin
wanita tertinggi Syeba. Semua bukti yang kami temukan sampai saat ini tampaknya
menunjukkan bahwa ini memang ratu Sheba yang mengunjungi Salomo. " Pungkasnya.
![]() |
The skeleton was adorned with many pieces of jewelry, made of gold and semiprecious stones imported from as far as the Caucasus and Afghanistan. |
Penemuan luar biasa ini mengakhiri perdebatan lama dikalangan sarjana tentang identitas
sosok Alkitab yang terkenal yang dikatakan telah mengunjungi Yerusalem
"dengan rombongan yang sangat besar, dengan unta yang membawa rempah-rempah,
sangat banyak emas, dan batu permata"(Kitab 1 Raja-raja 10:2).
Kerangka dan semua artefak yang ditemukan di makam telah
dikirim ke National Museum of Yaman
di Sanaa, di mana pameran terbaru akan diselenggarakan dan dapat diakses
publik. Museum ini berharap untuk dapat membuka pameran baru ini Mei 2015.
Penemuan bersejarah ini kembali membuktikan bahwa
kisah-kisah dalam Alkitab merupakan fakta sejarah yang nyata, riil dan dapat
ditelusuri. Alkitab bukan sebuah buku nina bobo seperti dikritik sebagian
kalangan, melainkan kitab suci yang ilmiah, valid dan dapat dipercaya isinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar